Mengenal Teknologi Cetak Direct Thermal dan Thermal Transfer

 

Thermal Transfer

Ribbon printer barcode merupakan teknologi di dunia percetakan yang sudah banyak digunakan selama beberapa tahun belakangan ini. Teknologi printer barcode tersebut memiliki dua metode pencetakan label yang dapat digunakan, yakni thermal transfer dan juga direct thermal. Kedua metode tersebut tentu memiliki sejumlah perbedaan sehingga penggunaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.


Secara umum, transfer thermal merupakan teknologi cetak dengan menggunakan ribbon, sedangkan direct thermal merupakan teknologi cetak yang tidak menggunakan ribbon ketika proses pemanasan pada print head. Bagi Anda yang masih awam dengan teknologi ini, berikut penjelasan lengkap mengenai cara kerja keduanya.

 

Perbedaan Teknologi Cetak Direct Thermal dan Thermal Transfer

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, teknologi direct thermal dan thermal transfer memiliki sejumlah perbedaan. Berikut ini adalah perbedaan dari kedua teknologi cetak tersebut.


A.   Direct Thermal

Direct thermal merupakan teknologi cetak, di mana kertas atau bahan lainnya dipanaskan secara langsung dengan menggunakan alat pemanas atau thermal pada head printer. Proses cetak pada teknik ini menggunakan kertas thermal khusus yang membuat hasil printernya menjadi lebih maksimal.

 

Direct thermal memiliki keunggulan dari segi harga yang lebih terjangkau serta tidak perlu memakai ribbon, sehingga tidak ada biaya tambahan lainnya. Sayangnya, direct thermal hanya bisa mencetak dengan warna hitam dan putih. Selain itu, hasil cetakannya mudah rusak atau pudar karena adanya pengaruh suhu.

Anda akan menemukan hasil cetak direct thermal pada struk parkir dan struk ATM yang memang tidak memerlukan hasil cetak yang tahan lama.

 

B.   Thermal Transfer

Thermal transfer merupakan teknologi alat cetak yang memerlukan pita tinta khusus atau biasa disebut dengan ribbon. Ribbon inilah yang nantinya akan dipanaskan dan kemudian memunculkan warna pada media cetak. Bila dibandingkan dengan direct thermal, hasil cetakan thermal transfer ini tidak akan terpengaruh suhu karena menggunakan prinsip perlengketan panas, sehingga lebih tahan lama.

 

Kualitas yang lebih awet dan tahan lama ini merupakan keunggulan yang dimiliki teknologi cetak thermal transfer. Tidak hanya itu saja, hasil cetakan thermal transfer juga tahan terhadap berbagai kondisi serta memiliki banyak pilihan label dan pita warna yang berbeda. Namun, jika dilihat dari segi harga, thermal transfer memiliki harga yang lebih mahal karena harus menggunakan ribbon. Printer dengan teknologi thermal transfer ini biasanya digunakan percetakan label produk yang memang memerlukan hasil cetakan dengan umur yang panjang.

Demikian penjelasan tentang perbedaan teknologi cetak direct thermal dan thermal transfer. Meski terdapat sejumlah perbedaan, namun kehadiran kedua metode tersebut sangat membantu dan mempermudah kebutuhan usaha. Oleh karena itulah, tidak heran jika sekarang ini Anda dapat dengan mudah menemukan dua teknologi cetak tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

 

No comments

Powered by Blogger.